Levelnya tidak sedahsyat Maracanazo, namun Stadion Maracana kembali
menjadi saksi bisu sebuah kejutan besar di ajang Piala Dunia.
Pada Rabu (18/6) petang waktu lokal, Spanyol tunduk 2-0 di kaki Cili
sehingga kans mereka mempertahankan status raja dunia habis sudah.
Mendominasi tiga turnamen besar internasional terakhir, rasanya cuma
segelintir yang memprediksi Spanyol bakal terdepak sedini ini. Namun,
yang pasti ini bukan kejadian pertama juara bertahan mentok di babak
awal.
Memenangi dua Piala Dunia sebelumnya, tak heran kalau Brasil dijagokan
bakal merebut trofi ketiga berurutan di Inggris 1966. Turnamen dibuka
dengan baik oleh Selecao melalui kemenangan 2-0 atas Bulgaria berkat gol
Pele dan Garrincha. Tak dinyana, dalam dua partai berikutnya di Grup 3,
Brasil justru tumbang oleh Hungaria dan Portugal dengan skor identik
3-1. Hanya menghuni peringkat ketiga klasemen akhir grup, sang juara
bertahan harus pulang lebih dini.
Akhir milenium silam adalah masa keemasan Prancis. Setelah mengangkat
trofi Piala Dunia pertama di negeri sendiri pada 1998, skuat Ayam Jantan
melengkapinya dengan titel Euro 2000 di Belanda-Belgia. Pantaslah kalau
Zinedine Zidane cs. kembali menyandang status sebagai salah satu
kandidat kuat juara saat memasuki pergelaran Piala Dunia pertama di
Asia. Yang terjadi sungguh di luar ekspektasi. Usai menyerah 1-0 di
tangan Senegal pada partai perdana, Prancis bermain imbang dengan skor
kacamata kontra Uruguay lalu dibekap Denmark 2-0. Les Blues tereliminasi
sebagai juru kunci tanpa mampu menjebol gawang lawan sekali pun!
Kegagalan Italia di Afrika Selatan empat tahun silam boleh dibilang
yang paling memalukan untuk sebuah tim juara bertahan. Tergabung ke
dalam grup ringan, La Nazionale seharusnya bisa lolos tanpa kendala
berarti. Rival mereka hanya Paraguay, Selandia Baru yang sebelum ini
baru sekali berpartisipasi di Piala Dunia, serta negara debutan
Slowakia. Tetapi di sini terbukti bahwa sepakbola bukanlah
hitung-hitungan di atas kertas. Sang raksasa terdepak tanpa mampu
membukukan kemenangan melawan tiga liliput. Gli Azzurri bermain seri 1-1
menghadapi Paraguay dan Selandia Baru, sebelum resmi masuk kotak dan
finis di posisi bontot grup menyusul kekalahan 3-2 di hadapan Slowakia
pada partai pamungkas.
Dari semula negara yang selalu sial di panggung internasional, Spanyol
menjelma menjadi salah satu kekuatan utama sepakbola berkat kesuksesan
besar dalam enam tahun belakangan. Berturut-turut pasukan Matador
menyabet status terbaik di Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012.
Prestasi puncak dalam tiga ajang besar secara konsekutif ini merupakan
sebuah catatan bersejarah. Karenanya, meski masuk grup maut, tim besutan
Vicente Del Bosque tetap mencuat sebagai salah satu favorit terdepan.
Namun, hegemoni Spanyol pada akhirnya terhenti. Sehabis menerima
pelampiasan dendam Belanda, di laga kedua La Roja kembali takluk dari
negara yang juga sempat mereka kalahkan empat tahun silam, Cili.
Sepasang kekalahan dalam dua pertandingan awal menjadi torehan terburuk
juara bertahan sepanjang sejarah Piala Dunia.
Home »
Juara Bertahan Piala Dunia Yang Tereliminasi Di Babak Pertama
» SPESIAL: Empat Juara Bertahan Piala Dunia Yang Tereliminasi Di Babak Pertama




0 komentar:
Posting Komentar