Produsen smartphone Xiaomi yang berasal dari Negeri
Tirai Bambu sedang gencar-gencarnya melakukan ekspansi ke beberapa
negara di Asia. Meskipun sebelumnya mereka sudah merencanakan pelebaran sayap distribusi ke Indonesia, salah satu penulis di Tech in Asia ID merasa tidak sabar untuk segera memiliki produk Xiaomi dan membeli ponsel flagship
yang diberi nama Mi 3 tersebut langsung dari Singapura. Saat ini Mi 3
hanya tersedia di beberapa negara Asia seperti China, Hongkong,
Malaysia, Singapura, dan Taiwan.
Desain
Xiaomi sudah terkenal di kalangan tech enthusiast sebagai produsen handphone yang kerap menghasilkan produk berkualitas. Hal tersebut dapat dibuktikan pada ponsel-ponsel sebelumnya seperti Xiaomi Hongmi atau yang lebih dikenal dengan Xiaomi Redmi sebagai penamaan internasionalnya serta mempunyai prosesor quad-core dan dibanderol dengan harga Rp 1,6jt . Dan kali ini, Xiaomi Mi 3 bukan pengecualian.
Review smartphone murah Xiaomi, Redmi)
Dengan balutan material magnesium alloy, ponsel ini terasa kokoh dan solid ketika Anda mengenggamnya. Anda akan hanya menemukan modul kamera dan lampu flash pada bagian belakang ponsel ini. Bagian sisi Mi 3 melengkung dan memberi kesan menyatu dengan rangka depan. Pada bagian samping kanan terdapat tombol volume yang ditemani oleh tombol power di bawahnya. Pada bagian atas ponsel terdapat slot kartu SIM dan sebuah jack headphone, sementara pada bagian bawah terdapat sebuah port untuk melakukan pengisian daya serta sebuah speaker eksternal. Penempatan speaker ini cukup disayangkan karena ketika saya memegang handphone dalam posisi landscape, tangan saya akan menutupinya dan hasilnya, suara yang dikeluarkan menjadi terpendam.
Bagian depan Mi 3 didominasi oleh layar seluas 5 inci yang mempunyai resolusi full-HD 1920×1080. Untuk melindungi layar tersebut, Xiaomi melapisinya dengan teknologi Corning Gorilla Glass 3 yang secara teori akan melindungi layar ponsel dari segala macam goresan yang biasa terjadi ketika ponsel disimpan di dalam saku bersamaan dengan benda metal lainnya.
Xiaomi memiliki sebuah kamera depan dengan sensor sebesar 2MP yang terletak pada bagian depan atas dan dapat Anda gunakan untuk melakukan panggilan video serta selfie. Satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah kemampuan kamera ini untuk menebak umur Anda. Ketika akan melakukan pemotretan selfie menggunakan kamera depan, Mi 3 akan menampilkan sebuah kotak di sekeliling wajah dan menunjukan umur Anda. Ketika fitur ini dicoba, tingkat akurasi yang didapatkan hampir mencapai 60 persen. Jika Anda tidak ingin menggunakan fitur ini, Mi 3 mempunyai sebuah opsi untuk menonaktifkannya. Terakhir, pada bagian bawah layar terdapat tiga tombol softkey khas Xiaomi – ketika pabrikan ponsel Android lain mulai berpindah ke tombol navigasi on screen, MIUI tetap setia pada tombol softkey yang sudah digunakan sejak seri pertamanya.
Hardware dan spesifikasi
Dibanderol dengan harga SGD 299 (Rp 2.900.000), Xiaomi Mi 3 mempunyai spesifikasi yang cukup mumpuni. Xiaomi menggunakan prosesor Snapdragon 800 dari Qualcomm yang memiliki inti quad-core serta dipacu pada kecepatan 2,3 GHz. Untuk mendukung kekuatan grafis, sebuah modul GPU adreno 330 ikut disematkan ke dalam ponsel ini. Dan sebagai tenaga pemrosesan, Mi 3 dilengkapi dengan modul RAM sebesar 2GB.
Ingin gadget murah dan gahar? 5 hal yang perlu Anda ketahui tentang Xiaomi)
Dengan spesifikasi yang telah disebutkan di atas, Sistem operasi MIUI yang digunakan terasa gegas dan responsif. Secara teori, Mi 3 akan sanggup menjalankan berbagai aplikasi di dalam Google Play Store yang sudah diinstall ke dalamnya. Perlu diingat bahwa ketersediaan Play Store ini hanya terdapat pada ponsel yang dipasarkan di luar China. Untuk para pengguna di China sendiri, Xiaomi menggunakan aplikasi store buatan mereka yang dinamakan MI Market.
Ini bukan Android atau bahkan iOS, ini MIUI.
MIUI adalah sebuah sistem operasi yang menggunakan Android sebagai pondasi utamanya. Istilah lebih kerennya adalah forked Android dimana semua sistem antarmuka serta cara pengguna bernavigasi sangat jauh berbeda dengan Android pada umumnya. Nokia sebelumnya menggunakan cara ini pada perangkat Nokia X terbaru yang mereka miliki. Mereka menggunakan Android sebagai pondasi sistem operasi baru mereka yang dinamakan Nokia X Platform.
Nokia X: Android yang sedikit berbeda dengan Android pada umumnya)
MIUI memiliki antarmuka yang hampir serupa dengan sistem operasi iOS dari Apple. Bahkan, orang-orang sering menyebut sistem operasi ini sebagai Android rasa iOS. MIUI dikembangkan oleh Xiaomi dengan mencabut semua layanan Google yang biasa terdapat pada sebuah ponsel Android. Mereka mengganti semua itu dengan menggunakan ekosistem mereka sendiri. Termasuk pembelian tema, aplikasi, dan layanan cloud menggunakan mata uang yang dinamakan MiCredit melalui Mi Market.




0 komentar:
Posting Komentar