Home » , » Belum Menikah Tapi Pernah Berhubunganr Seks, Perlukah Papsmear?

Belum Menikah Tapi Pernah Berhubunganr Seks, Perlukah Papsmear?

Written By Unknown on Selasa, 17 Juni 2014 | 19.58

Papsmear merupakan langkah paling efektif untuk mencegah kanker leher rahim, salah satu jenis kanker paling mematikan di kalangan perempuan. Siapa saja yang harus membutuhkan dan seberapa sering harus dilakukan?

Dokter kandungan dari RS Dr Soetomo Surabaya, dr Hari Nugroho, SpOG menjelaskan bahwa papsmear dianjurkan pada setiap perempuan yang aktif secara seksual, dalam arti pernah berhubungan seks. Tanpa harus menunggu ada gejala, langkah pencegahan ini harus rutin dilakukan.

"Konsensus dunia meminta semua perempuan yang sudah pernah melakukan hubungan seks, mulai umur 21 hingga 65 tahun, untuk melakukan papsmear setiap 3 tahun sekali," jelas dr Hari kepada detikHealth, seperti ditulis Rabu (18/6/2014).

Pendapat senada juga disampaikan oleh dr Ari Kusuma J, SpOG, dari RS Bhakti Yudha Depok. Disampaikan olehnya, papsmear bahkan perlu dilakukan lebih sering apabila seorang perempuan memiliki faktor risiko. Dikutip dari cdc.gov, berikut ini faktor risiko kanker leher rahim:

- Merokok
- Mengidap HIV (Human Imunodeficiency Virus) atau kondisi lain yang membuat tubuh sulit menangkal penyakit
- Menggunakan kontrasepsi hormonal lebih dari 5 tahun
- Melahirkan lebih dari 3 kali
- Punya lebih dari 1 pasangan seksual.

"Untuk perempuan yg memiliki faktor risiko perlu melakukan papsmear setiap 6 bulan sekali," pesan dr Ari.

Anjuran ini tentunya ditujukan pada perempuan yang aktif secara seksual, tidak peduli status pernikahannya. Bagaimanapun, hubungan seks bisa juga terjadi di luar status pernikahan. Pertanyaannya, perlukah fasilitas kesehatan menanyakan status pernikahan ketika ada yang ingin papsmear?

0 komentar:

Posting Komentar