Home » » Cara Agar Ternak Ayam Kampung Lebih Menguntungkan

Cara Agar Ternak Ayam Kampung Lebih Menguntungkan

Written By Unknown on Sabtu, 07 Juni 2014 | 08.02

Ayam kampung
sesungguhnya memiliki nilai ekonomis yang
tinggi. Namun hal itu belum bisa menjadi sumber
ekonomi yang diandalkan untuk saat itu. Problem
tersebut lebih disebabkan karena manajemen
bisnis ternak ayam kampung yang belum efektif
dan efisien. Menurut Prof Edjeng Suprijatna, Guru
Besar Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro
(UNDIP) Semarang, ketidak efektifan ternak ayam
kampung selama ini adalah pada sistem
pemeliharaan yang dibuat secara umbaran. Pada
model pemeliharaan ayam semacam ini,
menurutnya penyakit sulit dikontrol dan efisiensi
pakan juga sangat rendah, sehingga tidak
menguntungkan.
Menurut Prof Edjeng Suprijatna, cara agar ternak
ayam kampung lebih menguntungkan dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bahkan
berpotensi ekspor adalah dengan ternak ayam
kampung yang dikandangkan. Ini penting untuk
memudahkan pengontrolan terhadap penyakit dan
kesehatannya lebih terjaga. Seperti diketahui
selama ini penyakit "tahunan" kerap menyerang
ternak ayam kampung umbaran secara sporadis.
Keuntungan dari sistem ternak ayam kampung
yang dikandangkan adalah tingkat kematian ayam
kampung yang bisa ditekan secara significant.
Selain masalah kesehatan, beberapa sifat buruk
ayam kampung juga bisa dikurangi dengan model
seperti ini. Misalnya saja sifat mengeram, dengan
rekayasa genetik sifat mengeram ini bisa
dikurangi.
Sifat lain adalah sifat kanibal atau sifat agresif
menyerang ayam lain. Sifat agresif bisa dikurangi
dengan cara seleksi dan menggunaan kandang
litter. Selain itu sifat agresif bisa dikurangi
dengan penggunaan ransum dengan serat kasar
tinggi, mengurangi kepadatan populasi dalam
kandang dan membuat kandang tidak terlalu
terang. Menurutnya agar kandang tidak terlalu
terang pada siang hari kandang bisa diberi tirai.
Solusi Agar Ternak Ayam Kampung
Menguntungkan
Usaha ternak ayam kampung selama ini masih
menggunakan teknologi budidaya yang tradisional
dan belum sesuai yang diharapkan dan memiliki
produktivitas rendah. Karena itu Prof Ejeng
menyarankan agar pengembangan peternakan
ayam lokal harus merupakan usaha agribisnis.
Perubahan-perubahan yang perlu dilakukan
adalah peternak harus memilih usaha antara telur
dan daging secara terpisah.
Pemeliharaan ayam lokal sebagai penghasil
daging / telur secara intensif melalui perbaikan
manajemen pemeliharaan (ransum, vaksinasi,
perkandangan), peningkatan skala usaha dan
permodalan dapat menghasilkan tambahan
pendapatan bagi peternak yang lebih besar.
Spesialisasi ini terutama dapat dilakukan di
daerah sekitar kota besar, seperti saat ini sudah
mulai berkembang. Tetapi untuk daerah pelosok
pedesaan sistem pemeliharaan masih merupakan
gabungan untuk menghasilkan telur tetas atau
telur konsumsi dan ayam potongan.
Jika pola manajemen ternak ayam kampung telah
dilakukan dengan baik maka tidak mustahil usaha
ternak ayam kampung akan menjadi sumber
ekonomi bagi masyarakat. Tidak hanya itu produk
ayam kampung menjadi komoditas yang bisa
diekspor. Namun semuanya perlu perbaikan usaha
ternak dari mulai pembibitan, pemeliharaan
hingga pasca produksinya. Semoga sukses
peternak Indonesia.

sumber : ternakayamkampung.com

0 komentar:

Posting Komentar